Pages

Copyright Pendidikan Geografi 2010 Universitas Pendidikan Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 30 Oktober 2012

Pasar Tradisional

Oleh Nia Amelia (1001850) - Pendidikan Geografi UPI 2010 B

Pasar Tradisional sebagai implementasi pemanfaatan ruang yang merupakan ruang untuk masyarakat (penjual - pembeli ) berinterkasi secara langsung dalam proses jual-beli. Dan untuk lebih jelasnya terkait Pasar Tradisional bisa dilihat pada cuplikan video di bawah ini : 

________________________________________________________

Sejak dahulu Kota tidak pernah terlepas dari pusat kegiatan komersil yang lebih kita kenal dengan pasar. Sejarah pasar di awali  pada zaman pra sejarah dimana dalam memenuhi kebutuhan manusia, mereka yang hidup di zaman dahulu melakukan barter. Barter adalah sebuah sistim yang diterapkan oleh dua individu dengan cara menukar barang satu dengan barang yang lainnya. Hal tersebut terjadi karena potensi wilayah antara dua individu tersebut memiliki perbedaan dalam menghasilkan berbagai kebutuhan yang bisa disebabkan oleh faktor geografis.

(Gambar : contoh bangunan di pasar tradisional)

Dengan semakin berkembangnya pengetahuan manusia, manusia mulai mengenal mata uang sebagai alat tukar yang mendasari dalam proses jual beli barang. Perkembangan zaman khusunya di bidang perdagangan semakin maju, maka munculah sekelompok orang yang bergerak sebagai pedagang. 


(Gambar : contoh barang kebutuhan yang diperjualbelikan)

Pasar Tradisional pada umumnya beraktifitas pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari, sore hari atau pada pekan-pekan tertentu dengan menjual kebutuhan sembako dan produksi. Terkait bentuk bangunan di pasar tradisional biasanya berbentuk bangsal, emperan, loods, gudang, toko, stand/kios. Di pasar tradisonal komunikasi terjadi langsung antara penjual dan pembeli karena ada proses tawar menawar dimana penjual menetapkan harga yang sudah disepakati dengan cara menaikan sedikit dari harga standarnya. 

(Gambar : transaksi antara penjual dan pembeli yang dilakukan secara langsung)

Relevansi : Ketiga gambar di atas memberikan gambaran terhadap salah satu fenomena antroposfer, dimana salah satunya adalah pasar tradisional. Pasar tradisional sebagai salah satu bentuk penataan ruang di kota dalam pemanfaatan ruang kota yang mendukung kegiatan ekonomi secara lokal. Pasar tradisonal sebagai tempat terjadinya mobilitas, interaksi masyarakat secara langsung dalam transaksi jual-beli. Adanya video dan gambar yang disajikan sekaligus memberikan gambaran terkait suasanana dan aktivitas di pasatradisional dan menggambarkan isi tersirat bahwa potensi setiap wilayah berbeda-beda, dan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak ada di wilayahnya atau tempat tinggalnya maka terjadilah mobilitas masyarakat ke wilayah atau tempat yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya yakni pasar tradisional sebagai tempat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

PASAR TRADISIONAL RUANG UNTUK MERAJUT HATI MASYARAKAT

Lokasi Pengambilan Gambar : Pasar Tradisonal Kiaracondong 
                                             Pasar Sederhana Kotamadya Bandung
Waktu Pengambilan Gambar : 7 Oktober 2012 (Pasar Tradisional Kiaracondong) dan
                                              (Pasar Sederhanan Kotamadya Bandung)

0 komentar:

Poskan Komentar