Pages

Copyright Pendidikan Geografi 2010 Universitas Pendidikan Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 28 Oktober 2012

Macam-macam Lava

Oleh M Amran Indra Kusuma (1001663), Pendidikan Geografi UPI 2010 A


Lava adalah cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam. Bila cairan tersebut encer akan meleleh jauh dari sumbernya membentuk aliran seperti sungai melalui lembah dan membeku menjadi batuan seperti: lava ropi atau lava blok (umumnya di Indonesia membentuk lava blok). Bila agak kental, akan mengalir tidak jauh dari sumbernya membentuk kubah lava dan pada bagian pinggirnya membeku membentuk blok-blok lava tetapi suhunya masih tinggi, bila posisinya tidak stabil akan mengalir membentuk awan panas guguran dari lava.
Back Sound : Green day - Wake me up when september ends..

---------------------------------------------------------------------------------------
Foto Macam-Macam Lava 

Tangkai Lumpur Belerang (Gunung Papandayan)

Lava adalah cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam.
Bentuk Lava ini menyerupai cabang pohon. bentuk ini terjadi secara alami.

Belerang (Kawah Gunung Ijen, Banyuwangi)

Lava adalah cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam.
Belerang ini terbentuk dari hasil sublimasi gas H2O, Dan terjadi secara alamiah.

Lava Flow (Gunung Batur, Bali)
Lava adalah cairan larutan magma pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunung berapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam.
Aliran lava yang berlekuk (Lava Flow) ini terjadi secara alamiah dikarenakan suhu yang tinggi.


Foto-foto ini diambil tanggal 17 September 2012 di Museum Geologi

0 komentar:

Poskan Komentar