Pages

Copyright Pendidikan Geografi 2010 Universitas Pendidikan Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 31 Oktober 2012

Dampak Positif Letusan Gunung Api Bagi Kehidupan Manusia

Oleh Norma Anggraini (1000913), Pendidikan Geografi 2010 A


Vulkanisme adalah aktivitas magma yang bergerak dari  lapisan dalam litosfer yang menyusup kelapisan yang lebih atas sampai ke permukaan bumi. Akibat dari kegiatan vulkanisme adalah terjadinya letusan gunung api yaitu keluarnya magma dari perut bumi. Letusan gunung api membawa dampak bagi manusia baik yang positif maupun yang negatif. Dampak positif letusan gunung api bagi kehidupan manusia dapat dilihat pada video berikut ini.


Selain itu, dampak positif letusan gunung api lainnya ialah :
1)    Terdapat ekshalasi gas, seperti solfatar (gas yang mengandung belerang), fumarol (gas yang mengandung uap air) dan mofet (gas yang mengandung asam arang yang sangat berbahaya karena dapat mematikan mahluk hidup).
2)    Terdapat geyser yaitu sumber mata air panas yang memancar dari dalam bumi secara berkala/periodik.
3)    Terdapat mata air makdani yaitu mata air yang mengandung mineral.
4)    Di daerah vulkanis potensial untuk mengusahakan tanaman budi daya seperti teh dan kopi.
5)   Di daerah vulkanis memungkinkan banyak turun hujan melalui hujan orografis. Hal tersebut disebabkan gunung merupakan daerah penangkap hujan yang baik.
6)    Di daerah gunung api memungkinkan dibangun pembangkit tenaga listrik.

Berikut ini beberapa foto terkait fenomena pascavulkanik (setelah gunung api meletus).


Judul Foto : Kawah Hasil Letusan Gunung Galunggung
Lokasi : Kawasan Wisata Cipanas Galunggung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Waktu : Sabtu, 13 Oktober 2012 (Pukul 08:46 WIB)
Gambaran Umum : 
Foto diatas menggambarkan sebuah kawah yaitu bagian puncak gunung api yang dilewati bahan letusan berbentuk lekukan besar. Suatu kawah terbentuk akibat adanya letusan gunung api yang sangat kuat sehingga menimbulkan sebagian dari bagian atas gunung api tersebut menghilang dan saat itu terbentuklah sebuah kawah. Kondisi kawah pada foto diatas merupakan kondisi kawah 30 tahun sesudah letusan (Gunung Galunggung meletus pada tahun 1982).
Relevansinya dengan pembelajaran geografi :
Salah satu objek studi geografi adalah fenomena litosfer. Dalam mempelajari litosfer kita perlu mengetahui tentang tenaga pembentuk muka bumi, yaitu tenaga endogen dan eksogen. Kawah merupakan salah satu bentukan hasil letusan gunung api yang merupakan aktivitas vulkanisme. Aktivitas vulkanisme merupakan salah satu dari tenaga endogen yang mempengaruhi bentuk muka bumi. Oleh karena itu, pengetahuan tentang kawah ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran geografi khususnya dalam mempelajari aktivitas vulkanisme.

Judul Foto : Sumber Air Panas
Lokasi : Kawasan Wisata Cipanas Galunggung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Waktu : Sabtu, 13 Oktober 2012 (Pukul 09:46 WIB)
Gambaran Umum : 
Foto diatas memperlihatkan sebuah sumber air panas yang keluar melalui celah batuan dan mengandung belerang. Sumber air panas berasal dari air hujan yang meresap kedalam lapisan batuan yang masih panas (sisa kegiatan vulkanis). Kemudian melalui celah-celah batuan di bagian bawah air itu keluar sebagai mata air panas.
Relevansinya dengan pembelajaran geografi : 
Sumber air panas merupakan salah satu fenomena atau gejala pascavulkanik (sesudah gunung api meletus). Oleh karena itu, foto sumber air panas ini dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran geografi terkait vulkanisme yang merupakan salah satu tenaga endogen yang mempengaruhi bentuk muka bumi.


Judul Foto : Kolam Pemandian Air Panas
Lokasi : Kawasan Wisata Cipanas Galunggung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Waktu : Sabtu, 13 Oktober 2012 (Pukul 09:57 WIB)
Gambaran Umum : 
Foto diatas menampilkan aktivitas pengunjung tempat wisata Cipanas Galunggung yang sedang berendam di salah satu kolam pemandian air panas. Sumber air panas dapat digunakan untuk mengobati reumatik. Selain itu, sumber air panas yang mengandung belerang dapat mengobati penyakit kulit.
Relevansinya dengan pembelajaran geografi  : 
Dengan mempelajari geografi tentunya diharapkan dapat memeberikan manfaat secara nyata bagi kehidupan manusia. Dalam foto diatas memperlihatkan salah satu bentuk pemanfaatan dari sumber air panas yang dipelajari dalam geografi sebagai objek wisata pemandian air panas.

Sumber :
http://rina-heryanah.blogspot.com/2011/07/letusan-gunung-api-yang-membawa-dampak.html

0 komentar:

Poskan Komentar