Oleh Revi Mainaki (1005785), Pendidikan Geografi UPI 2010 A
Hutan pinus merupakan contoh ekosistem taiga, yang memiliki daun jarum. Hutan pinus yang ada di indonesia tepatnya di bawah kaki gunung Burangrang, yang ada di kabupaten Bandung Barat merupakan peninggalan zaman Belanda, dimana para penjajah menanam pohon tersebut agar kondisi di kaki gunung Burangrang mirip dengan tempat asalnya. Mengingat di Belanda merupakan negara beriklim sedang, dimana di daerah iklim sedang kita akan banyak menemui hutan pinus, karena merupakan tempat asli banyaknya ditemui ekosistem taiga. Daerah tersebut merupakan daerah resapan air. Secara geografis pohon pinus sebetulnya tidak cocok di tanam di daerah resapan air, hal tersebut dikarenakan hutan pinus memiliki daun jarum yang banyak memiliki stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air.
Foto 1 Kerapatan Hutan Pinus di Kaki Gunung Burangrang Lokasi kaki Gunung Burangrang Diambil 7 Oktober 2012 Pukul 09.40 WIB |
Kemudian daun
yang jatuh kebawah tanah, karena bentuknya yang seperti jarum akan sulit
terlapuk, dan menyebabkan air hujan sulita masuk kedalam tanah. Sehingga banyak
air yang diuapkan oleh pohon pinus, sementara air akan sulit masuk kedalam
tanah. Sehingga cadangan air tanah akan menipis dan pada musim kering daerah
sekitar hutan pinus dapat mengalami kekeringan.
Foto 2 Daun Berbentuk Jarum Menyebabkan Cahaya Matahari Sampai ke Permukaan Tanah Lokasi kaki Gunung Burangrang Diambil 7 Oktober 2012 Pukul 10.10 WIB |
Namun di sisi
lain pinus pinus menghasilkan hal lain yang bermanfaat dan bernilai tinggi. Ranting
yang berjatuhan dijadikan kayu bakar oleh masyarakat sekitar, mengingat banyak
sekali ranting yang dapat kita temukan di kawasan hutan pinus tersebut.
Kemudian getah dari pohon pinus diambil untuk dimanfaatkan menjadi berbagai
macam olahan seperti kosmetik dan lain sebagainya. Kemudian menjadi tujuan
wisata yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.
Foto 3 Buah Pinus yang Dapat Dimanfaatkan Menjadi Aneka Kerajinan Lokasi kaki Gunung Burangrang Diambil 7 Oktober 2012 Pukul 10.40 WIB |
0 komentar:
Posting Komentar