Pages

Copyright Pendidikan Geografi 2010 Universitas Pendidikan Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label MPG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MPG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2013

UAS Media Pembelajaran Geografi - Ricky P. Ramadhan

Berikut ini rincian Tugas Ujian Akhir Semester pada Mata kuliah Media Pembelajaran Geografi dengan dosen pengampu Dr. Ahmad Yani, M.Pd dan Bagja Waluya, S.Pd

1. Poster
"Biodiversity become Extinct"
Poster persuasi untuk masyarakat agar menjaga keanekaragaman hayati di Dunia. karena kini flora dan fauna menghadapi ancaman kepunahan amat besar dengan berkembang pesatnya peradaban manusia. kehidupan manusia perlu ditopang dengan ruang yang besar dan faktor pendukung seperti sandang, pangan dan papan. sumber utama adalah dari alam. maka dari itu kita perlu menjaga populasi binatang agar tetap lestari. kepunahan berarti kita kehilangan khazanah pengetahuan dan pelengkap kebutuhan kita. jangan sampai flora fauna ini semakin rapuh hingga kita hanya melihat dari buku saja..!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Storyboard
"Perilaku Ramah Lingkungan Sehari-hari"
merupakan storyboard dari Video Perilaku Ramah Lingkungan pada UTS lalu. 



STORYBOARD Media Pembelajaran Geografi from Ricky Ramadhan
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Powerpoint
"Fisis Determinis v Posibilisme"
Sebuah tayangan dari paham Fisis Determinis dengan Posibilisme yang muncul sekitar abad 19. menjelaskan perdebatan diantara keduanya dari mulai latar belakang, pengertian, tokoh-tokoh pendukung hingga contoh-contohnya.


Fisis Determinis v Posibilisme - PPT MPG from Ricky Ramadhan
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
4. Movie - Documentary
"Megapolitan di Dunia"
Menghadirkan pengetahuan umum seputar Kota. mengenalkan konsep Megapolitan dan kota-kota Megapolitan di seluruh dunia. berisi highlight 23 kota Megapolitan di dunia. ditambah newsticker tentang perkembangan kota, data dan fakta, faktor pendukung dan kaitannya dengan beberapa kota di Indonesia. adakah Jakarta di dalam daftar itu..? Selamat menyaksikan..!


Megapolitan di Dunia - MOVIE MPG from Ricky P. Ramadhan on Vimeo.

UAS MPG Fikriya Sholihatin 1006707

POSTER

VIDEO

UAS MPG Mediawati Dewi Wibowo (1005814)

Poster



Kamis, 03 Januari 2013

Ikbal Saeful Azis (1005616) tugas UAS MPG

NAMA : IKBAL SAEFUL AZIS
NIM : 1005616
JURUSAN : PENDIDIKAN GEOGRAFI

1. Poster



Poster ini mengajak kita agar tetap waspada akan adanya longsor. longsor memang bisa terjadi diberbagai tempat, terutama diwilayah bukit yang terjal. Oleh karena itu poster ini juga mengajak kita untuk tidak menggunakan lahan bukit sebagai rumah tetapi lahan bukit yang terjal hanya digunakan untuk ditanami pohon.

2. MOVIE MAKER





 3. Story Board



 
Storyboard mpg ikbal from Ikbal Azis
Story board ini menjelaskan tahapan pembuatan dan juga konsep dari video potensi longsor.


4. Power Point


Potensi longsor from Ikbal Azis

powerpoint ini berisi bahan ajar tentang materi pengertian dan jenis-jenis longsor

 

Rabu, 02 Januari 2013

UAS MPG_HANA FAIRUZ (1006294)

1. POSTER



Poster ini menggambarkan tentang keadaan bumi zaman sekarang, yang dimana terdapat banyak gedung-gedung pencakar langit, penggunaan bahan bakar dan aktivitas pabrik yang menyebabkan polusi, penebangan pohon,penggunaan gas cfc, pencairan es di kutub, dan lain-lain, sehingga membuat si "bumi" tidak nyaman. Bumi merupakan tempat bagi semua makhluk hidup termasuk manusia, jika bumi kita tidak dirawat dan dipelihara, maka apa jadinya pada manusia di masa yang akan datang? Maka cintailah bumi kita mulai dari sekarang! <3


2. MOVIE MAKER



Video ini merupakan sebuah video pembelajaran yang menerangkan mengenai proses terjadinya petir. bagaimana petir terjadi dan apa yang menyebabkan petir tersebut timbul ada dalam video ini. semoga bermanfaat :)


3. POWERPOINT



4. STORYBOARD




Sabtu, 10 November 2012

Desa dan Kota

Oleh Fajar Ramdhan Gumilar (1002085), Pendidikan geografi UPI 2010 A

 Contoh video Desa dan Kota


Video ini menjelaskan tentang perbedaan antara daerah perkotaan dan pedesaan
- Dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan  penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dbgan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya.
- Berbeda dengan Kota, Desa merupakan daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah, bermata pencaharian dibidang agraris, memiliki bangunan tempat tinggal yang terpencar-pencar, penduduk yang memiliki hubungan sosial yang sangat tinggi serta bersifat homogen.
Maka video ini menjelaskan sebagian perbedaan antara kota dan desa

Contoh Gambar


Rumah di Desa


Kemacetan di kota



Pembangunan di kota

Jumat, 09 November 2012

Mitigasi Longsor

Oleh Asep Barkah (1000687), Pendidikan Geografi UPI 2010 A


Video ini menjelaskan tentang bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi longsor Penyebab terjadinya tanah lonsor adalah :
  1. Hujan yaitu ketika hujan, air akan me­nyusup ke bagian yang retak sehingga tanah dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi, sehingga kan­dungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat
  2. Lereng terjal yaitu lereng atau tebing yang terjal akan mem­perbesar gaya pendorong
  3. Tanah yang kurang padat dan tebal umumnya tanah liat dengan ketebalan lebih besar dari 2,5 m dan sudut lereng lebih besar dari 40o akan berpotensi terjadinya longsor terutama ketika hujan
  4. Batuan yang kurang kuat umum­nya batuan gunungapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran pasir, kerekel, dan liat yang kurang kuat
  5. Penggundulan hutan menyebabkan menyebabkan pengikatan air tanah ber­kurang sehingga tanah akan mudah terbawa oleh air
  6. Tataguna lahan; lahan sawah yang mem­punyai akar yang kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lem­bek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor.
Bahaya longsor dapat dikurangi dengan meng­hindar­kan pembangunan pada lereng curam dan daerah rawan longsor, atau dengan me­mantapkan lereng.Pemantapan lereng itu dapat dilakukan dengan me­ng­­­gunakan rekayasa teknik sipil dan teknik vegetatif. Peng­gunaan teknik vegetatif me­merlukan pemilihan jenis tanamannya menjadi kunci penting dalam keberhasilan pencegahan longsor yang di­sebakan labilnya lapisan tanah

contoh foto

Contoh longsor di persawahan 


Contoh sempel tanah yang terjadi longsor 


Contoh lahan longsor yang di tanami pohon

Pemanfaatan Batu Andesit

Oleh Agung Gumelar (1005606), Pendidikan Geografi UPI 2010 A

Batu Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik yang terbentuk dari pembekuan lava yang keluar ke permukaan bumi saat letusan gunung berapi. Dengan komposisi antara dan tekstur spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi. Nama andesit sendiri diambil dari nama tempat pertama batu ini ditemukan yaitu di daerah pegunungan Andes, Amerika Selatan. Nama pegunungan Andes itu diambil sebagai nama batu tersebut, yaitu andesit  dari kata andes.
Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini, misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, arca dll.
Batu Alam Andesit adalah jenis batu alam yang mempunyai tingkat kekerasan (Density) cukup tinggi dan umumnya berwarna gelap/hitam. Zaman seekarang Batu Andesit dapat diaplikasikan pada dinding maupun lantai baik untuk interior maupun exterior.


Berikut foto tantang batu andesit...

Bongkahan batu andesit di alam

Bongkahan batu andesit ini masih berada di alam sebelum diangkut ke pabrik - pabrik untuk di potong dan dibentuk manjadi hiasan dengan berbagai motif hias.


Foto ini diambil pada tanggal 6 Oktober 2012, di Gunung Batu, Desa Salawangi Kec. Bantarujeg - Majalengka


  
Potongan batu andesit di pabrik



Potongan batu andesit di pabrik - pabrik pemotongan, batu - batu ini siap untuk diproses (dipotong segi empat dengan ketebalan antara 1-2 cm dan ukurannya 5 x 20 cm.


Foto ini diambil pada tanggal 6 Oktober 2012, di Desa Salawangi, Kec. Bantarujeg - Majalengka


Hasil pembentukan dan penatahan motif pada batu andesit

Foto ini merupkan hasil proses pengolahan dari mulai pemotongan, pengukuran, dan pembentukan motif.

Foto ini diambil pada tanggal 6 Oktober 2012, di Desa Salawangi, Kec. Bantarujeg - Majalengka



Berikut video pemanfaatan batu andesit...

 

TERIMA KASIH..!!!

Contoh Sistem Drainase Di Daerah Curam

Oleh Panji Yudistira 1005597, Pendidikan Geografi UPI 2010 B


Drainase di daerah curam harus mengikuti kontur tempat, karena apabila tidak mengikuti kontur maka air larian hujan akan tergenang, dengan kata lain air yang melimpah akan merusak daerah sekitar seperti adanya erosi dan pengikisan tanah yang sangat besar, maka sistem drainase di daerah curam harus sangat memperhatiakan kontur tanah agar saat di fungsikan kerusakan lingkungan akan diminimalisir oleh sistem drainase yang baik dan tepat.


sistem drainase di daerah curam haruslah banyak memperhatikan keadaan atau kondisi daerah sekitar, seperti tumbuhan atau vegetasi, karena sistem drainase di daerah curam baiknya ditanami oleh banyak vegetasi di daerah pinggir drainasenya agar penyerapan air larian dan persediaan air tanah di daerah sekitar sangat melimpah dan banjir di daertersebut akan diminimalisir oleh vegetasi - vegetasi yang ada.


Dengan memperhatikan banyak faktor - faktor di atas di dalam pembangunan sistem drainase di daerah curam maka, keselarasan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan akan berjalan secara baik, dengan itu pembangunan akan membawa keseimbangan lingkungan yang memperhatikan ekonomi , sumberdaya manusia dan kelestarian lingkungan.

Kamis, 08 November 2012

Klasifikasi Tanaman Berdasarkan Iklim Junghuhn

Oleh Neti Susanti (1000794), Pendidikan Geografi UPI 2010 A



Video ini menggambarkan klasifikasi tanaman berdasarkan Iklim Junghuhn. Lokasi sampel tersebut yaitu di Kab. subang, Jawa Barat.



Judul                           : Hutan Hujan Tropis
Lokasi                         : Kawasan Konservasi Alam Hutan Bodogol, Gunung Gede Pangrango
Waktu Pemotretan      : Tgl 14 April 2012, Pukul 07.24
Hutan Hujan Tropika  merupakan bioma yang dapat ditemui di wilayah-wilayah sekitar khatulistiwa yakni pada lintang antara 0° -10° ke utara dan ke selatan termasuk Indonesia. Hutan ini menjadi rumah bagi jutaan ekosistem  karena disini terdapat sinar matahari dan curah hujan yang cukup yang diperlukan untuk kelangsungan hidup berbagai ekosistem tersebut.


Judul                           : Pengukuran Suhu
Lokasi                         : Kebun Teh, Kab. Subang
Waktu Pemotretan      : Tgl 07 Oktober 2012, Pukul 08.01
Menurut Klasifikasi Iklim Junghuhn Teh merupakan salah satu vegetasi yang menempati daerah sejuk yakni pada ketinggian 1500-2500 mdpl dengan suhu antara 11,1°-17,1°C, tetapi kenyataannya pada saat ini pengklasifikasian iklim tersebut kurang tepat untuk di aplikasikan. Salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu adanya global warming atau peningkatan suhu di muka bumi.

Judul                           : Nelayan Tradisional
Lokasi                         : Pantai Pamayang, Kab. Tasikmalaya
Waktu Pemotretan      : Tgl 27 Oktober 2012, Pukul 17.48
Nelayan di Pantai Pamayang umumnya masih menggunakan cara-cara tradisional yang hanya berbekal jala ataupun kecerik  sehingga cara tersebut belum mampu menghasilkam ikan secara optimal dan dianggap belum mencukupi kebutuhan nelayan sehari-hari. Pengetahuan yang kurang dan modal yang terbatas merupakan salahsatu faktor yang mengakibatkan nelayan di Pantai Pamayang ini kurang berkembang.

Perilaku Ramah Lingkungan

Oleh Ricky P. Ramadhan (1005495), Pendidikan Geografi UPI 2010 A

1. Video Shooting

LATAR BELAKANG:
Melihat kondisi lingkungan yang masih semrawut, dibutuhkan kesadaran berbagai pihak untuk dapat memperhatikan kondisi lingkungan. selain upaya dari pemerintah untuk dapat membangun kondisi lingkungan hidup lebih baik, perlu juga kita sebagai masyarakat menjaga lingkungan ini agar lebih baik.
DESKRIPSI:
Ide/Video ini merupakan wujud nyata mediasi, publikasi dan persuasi kepada masyarakat agar bersama-sama membangun kesadaran dan kepedulian menjaga lingkungan hidup ini. terdapat beberapa cuplikan perilaku sehari-hari yang sangat simpel yang dapat diaplikasikan di masyarakat sebagai upaya menjaga lingkungan hidup kita.
2. Foto
Menunggu Pelanggan
DESKRIPSI:
Merupakan potret sore hari di Jalan Gegerkalong. memperlihatkan pangkalan ojek termasuk para pengojek yang sedang menunggu pelanggan. kondisi dan situasi seperti ini merupakan bentuk penyesuaian manusia pada lingkungannya. dimana Jalan Gegerkalong yang panjang dan kecil terdapat banyak perumahan. tidak ada angkot yang melintas di daerah tersebut. oleh karena itu peluang sebagai penyedia jasa transportasi (ojek) dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membantu mobilisasi / transportasi warganya. (Jl. Gegerkalong, Bandung)

Memancing Sampah
DESKRIPSI:
Merupakan potret siang hari di tepi sungai ketika seorang laki-laki paruh baya memancing di pinggir Sungai Cikapundung yang penuh dengan sampah. gambaran ini merupakan contoh dari manusia yang belum bisa beradaptasi dengan lingkungannya. kemungkinan bapak ini ingin terus melakukan hobinya memancing di sungai, namun ia tidak menyadari atau tidak paham dengan kondisi sekitar sungai yang sebetulnya sudah jauh dari syarat hidup ikan. jadi kegiatan bapak ini hanya sia-sia saja. (Jl. Asia Afrika, Bandung)


Hidup dari Sampah
DESKRIPSI:
Merupakan potret siang hari di Daerah Siliwangi dibawah jalan raya. seorang laki-laki sedang memilah sampah. gambar ini merupakan contoh dari penyesuaian hidup masyarakat yang memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk dapat menopang hidupnya. walaupun hidup di daerah kumuh dan mengais sampah, namun ia tetap melakukan pekerjaan tersebut sebagai upayanya untuk terus hidup dan beradaptasi dengan lingkungan sosial sekitar. (Jl. Siliwangi, Bandung)

Gua Pawon

Oleh Reni Nurjanah (1006178), Pendidikan Geografi UPI 2010 A




Video ini menampilkan bentukan ornamen-ornamen yang ada di dalam gua pawon. selain ornamen, juga menampilkan replika fosil manusia prasejarah .
Gua pawon berada di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat,. Cipatat sendiri merupakan daerah kawasan penambangan kapur. khawatir suatu saat gua bersejarah ini pun dapat terancam tergerus pertambangan.



Judul : Tebing Pasir Pawon
Lokasi : Gua Pawon
Waktu Pemotretan: 14 Oktober 2012

Merupakan foto yang diambil di bawah mulut gua pawon, foto ini merupakan tebing Pasir pawon . Warnanya yang putih menunjukan bahwa batuan pembentuknya adalah kapur. Tingginya hampir 700mdpl, padahal dahulunya merupakan laut rendah, tempat berkembangnya terumbu karang dan makluk-makhluk laut sebelum akhirnya kepulauan kapur itu terangkat kepermukaan laut karena pergerakan lempeng bumi akhirnya menjadi pegunungan kapur Rajamandala seperti sekarang.  




Judul : Stalaktit
Lokasi : Gua Pawon
Waktu Pemotretan : 14 oktober 2012

Merupakan foto yang memperlihatkan ada dua mulut gua, hal ini menunjukan begitu banyaknya kamar-kamar didalamnya. Hal ini meyakinkan para peneliti bahwa gua ini dihuni oleh manusia prasejarah mulai dari untuk tempat tinggal, memasak bahkan sebagai pemakaman.  tepat diatas mulut gua tersebut tergantung dengan kokoh stalaktit.





Judul : Tiangan Atau Pilar 
Lokasi : Gua Pawon
Waktu Pemotretan : 14 oktober 2012

Merupakan gambar yang berupa tiangan atau pilar, hal ini terjadi saat stalagmit dan stalaktit menyatu, bisa dibayangkan berapa waktu yang diperlukan untuk menjadi sebuah tiangan,karena menurut penelitian pembentukan stalaktit dan stalagmit begitu lambat. Pertambahan panjang stalaktit hanya 0,2mm per tahun. Tergantung dengan laju pengendapannya.